TENTANG LUKA

Secara umum, luka adalah bentuk kerusakan yang terjadi pada struktur kulit beserta fungsinya akibat beberapa faktor, seperti terkena benda tajam, kecelakaan lalu lintas, dan penyakit metabolik (contohnya adalah diabetes melitus, gagal ginjal, dll). Kedalaman dan dampak yang dihasilkan pun bermacam-macam, mulai dari luka gores hingga luka kronis.

Proses penyembuhan luka dibagi menjadi 4 fase, yakni:

  1. Hemostasis
  2. Inflamasi
  3. Proliferasi
  4. Remodelisasi
Klasifikasi Luka
Luka Akut

Luka akut adalah jenis luka yang akan sembuh seiring waktu dan dengan konsep penyembuhan luka. Dengan penanganan yang tepat, para penderita biasanya tidak akan mengalami komplikasi yang berarti pada masa penyembuhan. 

 

LUKA BAKAR

Luka bakar merupakan luka yang sering diakibatkan oleh panas (api, benda panas, dan uap panas), zat kimia (soda api),  arus listrik , dan radiasi (sinar ultraviolet). Kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya terjadi pada jaringan kulit, melainkan jaringan otot dan tulang. 

Jenis-jenis luka berdasarkan tingkat keparahannya:

  1. Luka bakar derajat 1   

    Indikator: kulit menjadi kemerahan,  namun tidak melepuh, dan sensasi perih

  2. Luka bakar derajat 2   

    Indikator: kulit melepuh, berisi cairan, dan ada sensasi perih

  3. Luka bakar derajat 3   

    Indikator: kulit menjadi gosong, berwarna kehitaman, dan pasien kehilangan sensasi nyeri.

Gambar 1  Jenis luka bakar, penyebab, dan penanganan.

LUKA PASCA BEDAH

Menurut  Centers for Disease Control and Prevention (CDC), luka pasca bedah dibagi menjadi 4 (empat) jenis, yakni: 

  1. Luka Steril (Clean wounds

    Sebanyak 75% dari luka steril terjadi saat proses pembedahan dan rata-rata penderita tidak mengalami peradangan serius.

  2. Luka Terkontaminasi Ringan (Clean-contaminated wounds)
  3. Luka Terkontaminasi Berat (Contaminated wounds)
  4. Luka Terinfeksi (Dirty and infected wounds)

    Area bedah mengalami infeksi.

dermozone™ Antiseptic Wax for Wound and Burn efektif dalam mengeliminasi kuman dan meminimalisir infeksi nosokomial. Jangan lupa untuk selalu mengoleskan dermozone™ Antiseptic Wax for Wound and Burn pada area yang akan disayat; dan juga sesaat setelah menutup luka dengan jahitan. dermozone™ Antiseptic Wax for Wound and Burn dikenal efektif dalam mengeliminasi mikroba dan mencegah terjadinya infeksi nosokomial 

Luka Kronis

Luka kronis adalah jenis luka yang tidak sembuh dalam jangka waktu yang lama karena mengalami kegagalan dalam waktu penyembuhan luka. Ada beberapa faktor penghambat yang menyebabkan hal tersebut, di antaranya adalah penyumbatan pembuluh arteri, penyakit diabetes mellitus, dan penurunan imunitas tubuh. Luka ini memerlukan penanganan yang serius.   

 

Ulkus Kaki Diabetik (Diabetic Foot Ulcer)

Ulkus kaki diabetik adalah kerusakan pada kulit, baik sebagian ataupun secara keseluruhan yang ditimbulkan akibat penyakit gula yang tidak terkontrol pada pasien dengan latar belakang diabetes. Berdasarkan Kartika 2012, 15% penderita diabetes mengalami komplikasi ulkus kaki diabetik1

Jika anda menderita ulkus kaki diabetik, segera aplikasikan produk dermozone™ pada luka anda. dermozone™ merupakan pilihan utama karena efektifitasnya dalam membunuh kuman berbahaya yang ada di sekitar area luka serta membantu mengangkat jaringan mati atau nekrotik. Dengan demikian, proses pembersihan luka dapat dengan mudah dilakukan.

dermozone™memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh produk lainnya, seperti mengeluarkan nanah dari dalam luka, membersihkan luka, dan juga membantu proses penyembuhan luka secara bertahap hingga luka  menutup dengan baik.

Gambar 2  Area yang sering mengalami luka pada pasien diabetes.

 

 

Ulkus Dekubitus atau Luka Tekan (Pressure Ulcer)

Ulkus dekubitus atau yang dikenal dengan luka tekan adalah jenis kerusakan kulit yang ditimbulkan akibat tekanan dalam jangka panjang saat berbaring di tempat tidur atau di kursi roda. Pada umumnya, luka tekanan terjadi pada bagian kulit yang dekat dengan tulang. Luka tekan paling umum terjadi pada pasien yang memiliki keterbatasan dalam bergerak, memiliki penyakit kronis, dan pasien lanjut usia. Tekanan tersebut membuat sirkulasi darah menjadi terhambat dan kulit mengalami kekurangan oksigen (iskemia). Iskemia dapat menyebabkan perluasan area luka.

Gambar 3  Area tubuh yang sering mengalami luka tekan.

 

Luka Malignansi (Malignance Wound)

Luka malignansi atau luka karena keganasan merupakan hasil dari keganasan sel kanker yang menginfiltrasi bagian kulit, pembuluh darah, dan pembuluh limfe, sehingga terjadi kematian jaringan. Lesi tersebut dapat berasal dari aktivitas sel kanker primer atau hasil dari metastasis. Bagian tubuh yang paling sering terkena adalah kulit, leher, payudara, area di sekitar genital, dan kepala. Luka jenis ini memiliki ciri-ciri berbau busuk yang menyengat, rasa nyeri yang permanen, dan mudah berdarah. 

 

Daftar Pustaka

1 Kartika RW. 2012. Pengelolaan gangren kaki diabetik. CDK 44(1):18-22.

Infeksi Nosokomikal

Infeksi nosokomial adalah jenis infeksi yang ditemui di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan. Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA); Escherichia coli ESBL (Extended Spectrum Beta Lactamases); Klebsiella pneumoniae ESBL (Extended Spectrum Beta-Lactamases); CRE (Carbapenem Resistant Enterobacteriaceae) dan KPC (Klebsiella pneumoniae Carbapenemase) and Candida fungi adalah kuman yang umum menyebabkan infeksi nosokomial. 

PT Dermozone Pratama Indonesia
Mayapada Tower I, 11th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 28 Jakarta 12920
+62 21 521 3633
support@dermozone.com
www.dermozone.com